Salah satu perintah Rasulullah Saw adalah tholabul ‘ilmi, karena di harapkan diantara mereka menjadi generasi penerus para ‘ulama untuk berjuang dan menjaga ilmunya Allah hingga akhir zaman, agar bisa terus disampaiakn sebagai ilmu. Khususnya para santri, mereka memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjadi jurnalisnya para ‘ulama, yakni menulis ilmu dan kalam-kalam yang beliau sampaikan.
Sayyid Muhammad Bin Sayyid Alawi Al Maliky mengatakan طالب العلم سلاحه/ زاده الدفتر و القلم “Senjata atau bekal seorang santri adalah buku dan bolpen”. Kalam beliau menunjukkan bahwa pentingnya jurnalis bagi para santri, sehingga alat-alatnya pun menjadi senjata kekuatan ummat Islam, untuk mengabadikan ilmu dan berdakwah.
Para ‘ulama dahulu pun juga mengabadikan hadis-hadis rosul dan karya-karya tulis mereka dalam sebuah tulisan dan dibukukan, sehingga sampai di zaman kita dan bisa dibaca serta menjadi ilmu yang bermanfaat bagi seluruh ummat muslim.
Di dalam wahyu Allah yang pertama kali turun, terdapat perintah membaca, dan hal itu erat kaitannya dengan jurnalis, karena ketika membaca pasti butuh dengan tulisan, sehingga keberadaan para jurnalis itu sangat dibutuhkan untuk menulis kalam-kalam ‘ulama, ilmu-ilmu dan kalam hikmah beliau, agar nantinya bisa dibaca dan menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, baik itu di masanya maupun di masa depan.
Oleh karena itu, belajarlah menjadi jurnalisnya para ‘ulama dimulai dengan menulis apa yang disampaikan oleh beliau dalam buku, belajarlah menulis, dimanapun kita mendapat ilmu tulislah, tulislah, jangan bosan dan jangan berhenti untuk belajar menulis.
Dengan menjadi jurnalis, maka kita ikut berjuang serta berkhidmah kepada para ‘ulama dan guru-guru kita. Semoga Allah selalu memberi kemudahan bagi kita untuk berkhidmah. Amin…..

By : Himmatul ‘Ulya